Pemotongan Tunjangan ASN akibat Dampak Pandemi Covid-19 Mencapai Rp95,225 Miliar

Minggu, 26 September 2021 18:30

Ilustrasi anggaran.

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pemotongan tunjangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya sebagai dampak pandemi pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD Surabaya 2021 mencapai Rp 95,225 miliar.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, pada PAK APBD Surabaya 2021 terdapat fokus ulang anggaran sejumlah pos. salah satunya pengurangan pada pos penyediaan gaji dan tunjangan ASN.

”Total efisiensi anggaran untuk gaji dan tunjangan ASN Pemkot Surabaya mencapai Rp 95,225 miliar untuk tujuh OPD (organisasi perangkat daerah) dari 10 OPD di bawah koordinasi Komisi D DPRD Surabaya,” ujar Khusnul.

Untuk tiga OPD yang tidak ada pengurangan tunjangan ASN, kata Khusnul, adalah dinas kesehatan, RSUD Soewandhie, dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Ketiga OPD itu tidak dikurangi karena berkaitan dengan tunjangan kesehatan yang sudah diatur pemerintah pusat.

Dari tujuh OPD yang gaji dan tunjangan ASN-nya dipotong paling banyak adalah dinas pendidikan yang jumlahnya mencapai Rp 91,523 miliar. Kemudian dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP5A) Rp 918 juta, dinas sosial Rp 598 juta, dinas tenaga kerja Rp 591 juta, dinas kebudayaan dan pariwisata Rp 408 juta, dinas kepemudaan dan olahraga Rp 746 juta dan bagian administrasi kesejahteraan rakyat Rp 438 juta.

Bagikan berita ini:
8
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar