Tak Ada Kenaikan Gaji Tenaga Kontrak

Minggu, 26 September 2021 20:57

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengaku sulit menaikkan gaji tenaga kontrak. Pasalnya, kenaikan tersebut dinilai berpotensi membebani APBD.

“Jadi nda bisa lagi dikasi naik, ini sangat membebani APBD,” kata Plt Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Muh Dakhlan.

Dia mengatakan porsi gaji tenaga kontrak Makassar pada APBD bahkan dilaporkan mencapai 20% dari total APBD atau sebesar Rp822 milliar. Jumlah tersebut disebutnya sangat tinggi dibanding porsi anggaran lainnya.

Ia menerangkan, kalaupun rencana kenaikan dipaksakan, hal ini harus dikaji dan harus melalui penilaian apresial.

“Kita lihat dululah, inikan melalui proses apresial penilaian. Jadi kalau yang seperti itu belum bisa dipastikan. Jadi harus keluar dulu hasilnya. Apakah memenuhi Rp2 juta ini,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai kenaikan anggaran bagi pegawai kontrak bisa saja dilakukan, hanya saja perlu ada penyesuaian kualitas dan kuantitas pegawai pemerintahan.

“Artinya anggota DPR minta tenaga kontrak dinaikkan gajinya, tetapi harus juga tenaga kontrak yang betul-betul kualified. Jangan asal nama saja pegawai kontrak, tidak ada kerjanya, ada orangnya, pigi duduk-duduk main skater main apa,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
7
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar