Muncul Aliran Hakdzat di Banten, Salat Tanpa Ruku Tapi Langsung Sujud

Senin, 27 September 2021 22:14

Sejumlah eks pengikut aliran Hakdzat di Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten mendapat pembinaan dari MUI, Minggu (26/9). foto-Banten Raya

FAJAR.CO.ID, BANTEN – Masyarakat dihebohkan dengan munculnya aliran Hakdzat. Aliran ini menyimpang dari ajaran Islam.

Hal itu terungkap setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang melakukan pembinaan terhadap eks aliran Hakdzat pada Minggu 26 September 2021.

Aliran Hakdzat ini berada di Kampung Cimenteng, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bantenraya.com, penganut Hakdzat sendiri diduga aliran menyimpang yang sudah ada sejak 2020.

Aliran ini dipimpin oleh Misran, Karyati dan Abah Sahim. Pengikutnya berasal dari lingkungan sekitar atau masih satu keluarga.

Camat Sumur Heru membenarkan munculnya aliran Hakdzat sesuai informasi dari masyarakat. Dimana aliran tersebut dianggap menyimpang dari ajaran agama Islam.

“Yang lapor adanya aliran itu memang masih satu keluarga. Dari pengakuan mereka, kalau salat fardunya sama dengan ajaran Islam,” ujarnya.

“Cuma salat sunah yang mereka laksanakan mengikuti arah empat mata angin. Dan salatnya pun tidak ada ruku, langsung sujud. Bacaan takbir yang digunakan sesuai dengan kepercayaan mereka,” kata Heru, Senin (27/9).

Bagikan berita ini:
7
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar