Perjanjian Baru

Senin, 27 September 2021 08:39

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

DUA hari ini saya sibuk mencari tahu: gagal. Dua hari ini saya menemani Ustadz Yusuf Mansur yang lagi ke Jatim. Di sela-selanya saya terus bertanya kepada ahli hukum: tidak terjawab.

Saya baru tahu istilah ini sekali ini, mungkin karena saya memang awam di bidang hukum: Deferred Prosecution Agreement. Disingkat DPA.

Saya pernah lima tahun menjadi wartawan hukum, tapi belum pernah menemukan istilah itu.

“Perjanjian Penundaan Penuntutan”. Kira-kira begitu arti DPA tersebut.

Itulah perjanjian antara Kementerian Hukum Amerika Serikat dengan putri pendiri Huawei, Meng Wanzhou. Itulah yang membuat wanita yang menjabat pimpinan puncak Huawei itu bisa pulang ke Tiongkok.

Meng telah ditahan di Kanada selama 1.020 hari. Hampir tiga tahun. Itu atas permintaan Amerika Serikat di zaman Presiden Donald Trump.

Waktu itu umur Meng 46 tahun. Sekarang sudah 49 tahun. Hampir tiga tahun dia hidup di tahanan. Di rumahnyi sendiri di Vancouver, Kanada. Dijaga ketat 24 jam. Yang biaya menjaganyi itu harus ditanggung Meng sendiri. Dia juga harus mengenakan gelang elektronik di pergelangan kakinyi –agar ketahuan kalau melarikan diri.

Bagikan berita ini:
9
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar