Soal Ijazah, Jaksa Agung harus Klarifikasi Sendiri, Menkopolhukam Ikut Terseret

Senin, 27 September 2021 09:37

Jaksa Agung (JA) Sanitiar Burhanuddin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaksa Agung ST Buhanuddin semestinya memberikan klarifikasi sendiri terkait isu perbedaan informasi ijazah yang mengemuka.

Itu terkait perbedaan latar belakang gelar S1 dan S2 ST Burhanudin yang berbeda antara buku pengukuhan Gurubesar dengan di situs Kejaksaan Agung.

Pasalnya, perbedan informasi terkait ijazah Burhanuddin itu sudah menjadi konsumsi publik.

Karena itu, Jaksa Agung harus menyampaikan langsung klarifikasinya, bukan melalui Kapuspenkum.

“Jaksa Agung harus klarifikasi secara pribadi. Seperti mendapatkan ijazah yang asli dari mana dan kenapa ada perbedaan antara informasi di publik dan akademik di Unsoed,” tutur pengamat hukum Erwin Natormal Oemar, Minggu (26/9/2021).

Erwin menilai, perbedaan data pendidikan Burhanuddin ini bukan masalah kecil.

Imbasnya, tentu berpengaruh pada kredibilitas Kejaksaan.

Untuk itu, ia mendesak Menkopolhukam Mahfud MD ikut turun tangan melaukan investigasi.

“Menkopolhukam harus melakukan penyidikan independen untuk memastikan kenapa dan alasan perbedaan informasi itu terjadi,” desaknya.

Investigasi dimaksud meliputi asal mula informasi yang diterima Puspenkum sampai pembiaran yang berlangsung bertahun-tahun.

Bagikan berita ini:
9
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar