KPAI Temukan Banyak Pelanggaran Prokses saat PTM Terbatas, Retno Listyarti: Sangat Berbahaya

Selasa, 28 September 2021 20:02

TERAPKAN PROKES: Sejumlah guru berperan sebagai peserta didik saat simulasi PTM di SMPN 6, Jalan Jawa, Surabaya, Senin (3/5). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan atau prokes saat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah sejak 2020 hingga 2021.

Pelanggaran yang ditemukan saat PTM terutama soal penerapan 3 M, seperti, masker yang dipasang pada dagu, digantungkan di leher, tempat cuci tangan yang tidak disertai air mengalir dan sabun.

Menurut Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti, pihaknya menemukan ada sebagian guru dan siswa tidak bermasker saat berada di lingkungan sekolah.

“Bahkan, ada SD yang memiliki tempat cuci tangan di setiap depan kelas tetapi saat KPAI datang dan duduk di dekat pintu gerbang sekolah, tidak ada satu pun peserta didik dan pendidik yang mencuci tangan saat tiba di sekolah,” kata Retno Listyarti, Selasa (28/9).

Dia mengatakan ada juga sekolah yang mayoritas siswanya melepas masker saat tiba di sekolah. Saat diwawancara, para murid mengatakan mereka memakai masker hanya saat perjalanan pergi dan pulang sekolah. “Fungsi masker sama dengan helm jadinya,” ujar Retno lagi.

Bagikan berita ini:
6
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar