Letjen Dudung Tak Terima Tudingan Gatot Nurmantyo

Selasa, 28 September 2021 11:52

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman. Foto JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman membalas tudingan eks Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.

Itu terkait tudingan Gatot Nurmantyo yang menyebut TNI telah disusupi PKI karena TNI segaja menghilangkan tiga patung diorama peristiwa G30S/PKI.

Tudingan tersebut dilontarkan Gatot Nurmantyo saat menjadi pembicara diskusi berjudul TNI vs PKI.

Patung dimaksud merupakan patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut.

“Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012),” ujar Letjen Dudung dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).

Namun, patung tersebut diambil oleh penggagasnya, yakni Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang sudah meminta izin kepada dirinya.

“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
1
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar