Pemerintah Ingin Pemilu 2024 Digelar 5 Mei, Lukman Hakim Khawatir Pilkada Serentak November 2024 Gagal Dilaksanakan

Selasa, 28 September 2021 19:06

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim tanggapi usulan pemerintah Pemilu 2024 digelar 15 Mei. Foto: Istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim menanggapi keinginan pemerintah agar Pemilu 2024 digelar 15 Mei sebagaimana disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD pada Senin (27/9).

Menurut Luqman, pemerintah sebaiknya tidak buru-buru menganggap tanggal itu paling ideal untuk pencoblosan Pemilu 2024, sebelum meminta pendapat para ahli kepemiluan, pakar cuaca, ahli kesehatan, NGO pemilu, pimpinan parpol dan tokoh masyarakat yang berkompeten dengan masalah pemilu.

Hal itu menurutnya penting agar pemerintah tidak terkesan subjektif memutuskan tahapan dan jadwal pemilu berdasarkan hitung-hitungan kepentingan kekuasaan semata.

“Ingat, pemilu itu harus dipahami hajatnya rakyat yang memegang kedaulatan atas NKRI ini. Pemilu bukanlah hajatnya pemerintah. Pemerintah hanya fasilitator,” ucap Luqman Hakim dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Selasa (28/9).

Menurut politikus PKB itu, ada banyak hal teknis yang menjadi pertanyaan ketika Pemilu 2024 digelar 15 Mei. Misalnya, soal kapan hasil pemilu ditetapkan, kapan pendaftaran sengketa hasil pemilu, berapa lama MK memutus sengketa hasil pemilu, hingga kapan tahapan Pilkada dimulai.

Bagikan berita ini:
4
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar