Soal Komunisme Menyusup ke TNI, Letjen TNI Dudung Abdurachman Minta Gatot Nurmantyo Tabayyun

Selasa, 28 September 2021 08:53

Gatot Nurmantyo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman meminta Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo lakukan tabayyun soal komunisme menyusup ke TNI karena hilangnya patung Soeharto di Kostrad.

Letjen TNI Dudung Abdurachman membantah tuduhan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengenai komunisme menyusup ke TNI, karena hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

Letjen Dudung menegaskan hal itu adalah tuduhan yang keji.

“Patung tiga tokoh di Museum Darma Bhakti Kostrad, yakni Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut,” katanya.

“Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012),” kata Dudung dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (27/9/2021).

Letjen Dudung mengatakan patung itu kini telah diambil kembali oleh Letjen Purn AY Nasution.

Pengambilan patung itu karena alasan pribadi dan atas izin Dudung.

Bagikan berita ini:
5
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar