Nadiem Makarim: Kebutuhan PTM Sangat Besar dan Ini Harus Dimengerti

Rabu, 29 September 2021 19:54

Mendikbudristek, Nadiem Makarim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengaku cemas melihat kondisi belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlanjut dikhawatirkan berdampak makin buruk terhadap siswa.

Di antara hal yang dikhawatirkan Menteri Nadiem, yaitu memudarnya capaian belajar (learning loss) dan memburuknya kesehatan psikis anak-anak Indonesia.

“Saya khawatir dengan kondisi ini, makanya pemerintcpviah terus mendorong terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan ketat dan strategi pengendalian Covid-19 di sekolah,” ucap Nadiem Makarim Rabu (29/9).

Dia membeberkan bahwa anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran. Jadi, seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini.

Menurut Nadiem, banyak anak-anak terdampak kesehatan jiwanya akibat pandemi. Mereka kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya.

Sejak 2020, Kemendikbudristek terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang telah dapat menggelar PTM terbatas untuk segera menyelenggarakan dengan persiapan matang dan sistem pengendalian baik.

Bagikan berita ini:
3
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar