Partai Demokrat Dinilai Mengalami Gejala Postpower Syndrome

Rabu, 29 September 2021 13:49

Ilustrasi Partai Demokrat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tren positif Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk nyapres tidak seirama dengan partai Demokrat.

Pasalnya, partai berwarna biru itu sedang kisruh dan terbagi dua. Kubu AHY dan Kubu Moeldoko.

Pengamat politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati, menilai, pihak yang mencari perhatian dari kisruh Partai Demokrat ialah faksi yang tengah berkuasa di internal partai.

Dia melihat adanya postpower syndrome yang dialami oleh Partai Demokrat.

“Kalau tadi dibilang untuk ajang cari perhatian sebenarnya yang cari perhatian itu adalah faksi yang berkuasa sekarang,” ujar Wasisto lewat sambungan telepon dan dikutip GenPI.co, Rabu (29/9).

Dia menjelaskan, partai lain, seperti Golkar, PPP, dan PKB juga sempat menghadapi kisruh. Namun, kata dia, dapat terlokalisasi di area internal partai saja.

Beda dengan yang terjadi di partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

“Yang kita simak di sini kan kisruh internal di partai sebelumnya itu kan lebih terlokalisir di area internal. Tidak berupaya untuk mencari perhatian di luar gitu,” jelas dia.

Bagikan berita ini:
4
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar