Saut Situmorang: Ini Jelas Membuktikan Tidak Ada Masalah Wawasan Kebangsaan pada 75 Orang yang Tidak Lulus TWK

Rabu, 29 September 2021 22:24

Saut Situmorang (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang merasa ragu dengan tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang ingin merekrut 56 pegawai nonaktif KPK menjadi ASN di Polri. Keraguan itu terkait kesesuaian penempatan dengan keahlian para pegawai nonaktif KPK.

“Hmmm, interesting, mereka akan ditempatkan sesui kompetensi atau portofolionya,” kata Saut kepada JawaPos.com, Rabu (29/9).

Seharusnya, kata Saut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri yang menanggapi polemik pemecatan terhadap para pegawai KPK dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK). Terlebih berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, lembaga antirasuah masuk ke dalam rumpun eksekutif.

“Karena KPK sudah bagian dari eksekutif, maka komandan perang batalion khusus antikorupsinya ialah presiden, harus prudent dalam kaitan tata kelola resources dan strategy, apalagi guna menghalau musuh pemberatasan korupsi yang sudah masuk di markas (KPK) kita, itu bahaya besar kalau presiden anggap hal-hal biasa dalam revolusi mental yang dia buat,” cetus Saut.

Bagikan berita ini:
6
4
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar