Kunjungi PLTA Poso, Ketua Komisi VII DPR: Saatnya Energi Terbarukan jadi Keharusan

Jumat, 1 Oktober 2021 13:24
Kunjungi PLTA Poso, Ketua Komisi VII DPR: Saatnya Energi Terbarukan jadi Keharusan

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Purwoto saat berkunjung ke PLTA Poso. (Mirsan/Fajar)

FAJAR.CO.ID, POSO– Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Jumat (1/10/2021). Kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi Sugeng Purwoto.

Sugeng mengapresiasi PT Poso Energi yang telah mengoperasikan dua PLTA, masing-masing PLTA Poso 1 195 Mega Watt (MW) dan PLTA Poso 2 120 MW.

“Jadi energi terbarukan sudah menjadi keharusan bukan pilihan lagi. Energi fosil sudah jadi masalah, di samping keterbatasan juga polutif. Kita ingin meninggalkan energi yang handal dan bersih, PLTA ini salah satunya,” kata Sugeng.

Sugeng menyebut potensi pembangkit hidro di Indonesia sangat besar, ada sekitar 42.000 MW. Sementara yang telah dibangun tidak sampai 20 persen.

Politikus Partai Nasdem itu menyebut apa yang dilakukan Jusuf Kalla lewat Poso Energi menjadi pilot proyek pembangunan PLTA lainnya di Indonesia.

“Membangun PLTA itu tidak mudah, di sini saja butuh investasi Rp15 triliunan. Hebatnya lagi ini dikerjakan sendiri oleh anak bangsa, hanya turbin yang impor. Biasanya kan kalau PLTA yang bangun asing, ada dari Jepang dan Prancis,” jelasnya.

Bendungan PLTA Poso 1.

Sugeng menyebut selain Sulawesi, potensi pembangunan PLTA juga banyak di Sumatera. Hanya saja persoalan suply and demand serta masalah investasi jadi penghambat.

Untuk mendukung hadirnya Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti PLTA dan pembangkit bersih dan terbarukan lainnya, Komisi VII DPR tengah membahas Rancangan Undang-undang EBT.

“Sekarang sudah di Baleg, nanti di dorong ke Bamus lalu ke Komisi VII. Pemerintah juga akan mengirimkan Surpres untuk pembahasan di kementerian terkait. Insya Allah tahun ini selesai,” pungkasnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
4
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar