Sadar Sejarah: Pancasila vs Komunisme

Jumat, 1 Oktober 2021 22:54

Ilustrasi. (INT)

Oleh: Shamsi Ali*

Ada sebuah pepatah bahasa Arab yang mengatakan: لما تري السيرة تنير البصيرة yang kira-kira berarti “ketika Anda paham sejarah maka hati anda akan tersinari”.

Alquran sendiri memuat begitu banyak kisah atau sejarah. Sebagian Ulama Al-Quran menyampaikan bahwa kandungan Alquran itu hampir 2/3 adalah kisah atau sejarah. Baik kisah/Sejarah orang-orang baik-baik atau sebaliknya kisah tentang mereka yang menolak kebaikan (kebenaran).

Sejarah sendiri disampaikan untuk menjadi ingatan untuk mengingatkan (peringatan) bahwa sebuah peristiwa itu dapat terulang walau mungkin dalam manifestasi yang berbeda. Tapi esensi dari sebuah peristiwa sejarah seringkali memiliki kesamaan dan dengan tujuan yang sama.

Dalam bahasa Alquran sendiri sejarah atau kisah ditujukan untuk mengambil “ibrah” atau pelajaran (hikmah). Di surah Yusuf misalnya disebutkan: “sungguh pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”.

Maknanya bahwa Sejarah itu ditujukan bukan untuk sekedar dihafal. Tapi yang terpenting adalah untuk dijadikan pijakan untuk merenung dan memetik hikmah-hikmah darinya. Sejarah mengingatkan masa lalu. Tapi juga membuka mata dan wawasan akan masa kini dan masa depan.

Bagikan berita ini:
10
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar