Advokat Jadi Ketua Parpol Lalu Persoalkan AD/ART Partai Lainnya, Prof Jimly Ashiddiqie: Etika Kepantasan Sulit Diterima

Sabtu, 2 Oktober 2021 11:54

Prof Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Jimly Ashiddiqie ikut bersuara terkait gugatan judicial review (JR) ke MA terhadap AD-ART Partai Demokrat.

Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa partai politik memang merupakan saluran utama kedaulatan rakyat seperti diatur dalam UUD.

“Prpol pilar utama& saluran daulat rakyat & bhkan disbut tgas dlm UUD sbg psrta pmilu & usung capres,” katanya dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Sabtu (2/10/2021).

Sebagai lembaga publik, setiap parpol punya aturan sendiri. Jika putusan JR terhadap AD/ART Partai Demokrat disahkan, menurut Jimly JR terhadap partai lainnya juga bisa dilakukan.

“Statusnya jg lmbaga publik (negara) dlm arti luas yg pnya aturan intern AD sbg plksana UU. Mski tdk disbut PrUUan, ptsn JR bs jd inovasi baru. Kalo kabul, JR AD prpol lain jg bs,” jelas senator DPD RI asal Jakarta itu.

Jimly menyebutkan bahwa tegaknya hukum juga perlu dibarengi dengan tegaknya etika bernegara.

“Tp prlu diingat jg tgaknya hkm& keadilan hrs seiring dg tgaknya etika brnegara,” sebutnya.

Bagikan berita ini:
10
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar