Jokowi Tak akan Polisikan Natalius, Henry Subiakto: Lebih Banyak Mudaratnya Layani Petualang Politik Tak Berguna

Sabtu, 2 Oktober 2021 14:34

Henry Subiakto, Guru Besar Fisip Unair

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Guru besar FISIP Universitas Airlangga (Unair), Prof Henry Subiakto menilai, cuitan tokoh Papua, Natalius Pigai yang menuduh Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo sebagai perampok dan pembunuh rakyat Papua, bisa masuk delik aduan.

Prof Hendy menilai, Jokowi dan Ganjar bisa mempolisikan Pigai atas cuitannya tersebut.

“Pak Jokowi dan pak Ganjar punya hak hukum untuk mengadukan Pigai. Tapi kedua tokoh itu tentu tidak akan mengadukan ke penegak hukum,” kata Henry, Sabtu (2/10/2021).

Staf khusus Menkominfo ini menilai, Jokowi dan Ganjar memilih tidak merespon cuitan itu karena tidak ada manfaatnya.

“Karena walau benar dan akan menang, tapi tidak ada gunanya, lebih banyak mudarat melayani petualang politik tak berguna yang suka menuduh di medsos,” ucapnya.

Sebelumnya, Pigai menyarankan agar tidak percaya dengan orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar Pranowo.

Sebab dia menganggap kedua tokoh itu merampok kekayaan Papua dan rasis ke orang Papua.

“Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan,” tulis Pigai di Twitter-nya.

Bagikan berita ini:
6
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar