Krisis Listrik

Sabtu, 2 Oktober 2021 09:21
Krisis Listrik

Disway

Itu gara-gara Australia dianggap ikut mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok. Bukan hanya batu bara yang jadi sasaran. Juga bijih besi.

Golongan anti-Tiongkok dengan horee berteriak: mampus Tiongkok.

Golongan yang iri pada Tiongkok akan mengatakan: itu akibat Tiongkok terlalu menggenjot produktivitas pabrik-pabriknya. Hampir semua pabrik menambah kapasitas. Mereka menggunakan listrik lebih banyak. Belum lagi begitu banyak yang membangun pabrik baru.

Setelah berhasil mengendalikan Covid, ekonomi Tiongkok meroket-eket-eket. Pertumbuhan ekonomi semester lalu 17 persen lebih. Surplus perdagangannya, bulan Agustus kemarin, mencapai puncaknya: USD 58, 34 miliar. Hanya satu bulan. Itu melebihi konsensus mereka sendiri yang akan membatasi diri di angka ’’hanya’’ USD 51 miliar.

Ekspor Tiongkok terus merajai dunia. Negara-negara yang ingin bangkit setelah Covid juga menambah permintaan.

Pokoknya, kekurangan listrik ini beda. Bukan karena krisis listrik seperti masa lalu Indonesia, tapi karena permintaan yang melonjak-lonjak (yang benar: melonjak saja).

Bagi golongan yang pro-lingkungan jarinya akan langsung mengarah ke perubahan iklim. Musim panas barusan suhu di Tiongkok ekstrem. Tapi setelah pesta kue bulan lima hari lalu suhu di sana mulai membaik.

Bagikan berita ini:
1
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar