SKB Empat Menteri, P2G Sebut Standarisasi Sekolah yang Melakukan PTM Tidak Jelas

Minggu, 3 Oktober 2021 17:33

TERAPKAN PROKES: Sejumlah guru berperan sebagai peserta didik saat simulasi PTM di SMPN 6, Jalan Jawa, Surabaya, Senin (3/5). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dilakukan di wilayah dengan PPKM level 1-3. Adapun pelaksanaannya wajib mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Ketentuan dalam SKB meliputi pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi Covid-19 secara lengkap, hingga orang tua/wali peserta didik dapat memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya.

Tidak ada ketentuan yang berdasarkan dari sisi teknis medis, seperti tingkat positivity rate minimal. Hal itu pun dikritik oleh Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zaenatul.

“Standarisasi sekolah yang melakukan PTM tidak jelas, di beberapa daerah wilayah PPKM level 1-3 ini berdasarkan Inmendagri memang boleh PTM, tapi positivity rate lebih dari 10 persen, padahal WHO merekomendasikan dibawah 5 persen,” ungkap dia dalam diskusi daring PTM Pertaruhkan Keselamatan Anak, Minggu (3/10).

Menurutnya, SKB Empat Menteri ini belum terlalu menyentuh sisi keselamatan dan keamanan dari warga pendidikan. Mengingat penyebaran pun masih terus berlangsung.

Bagikan berita ini:
6
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar