Bentrokan Berdarah di Lahan Tebu, Dua Petani Tewas

Senin, 4 Oktober 2021 22:41

Ilustrasi garis polisi

FAJAR.CO.ID, INDRAMAYU — Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat, menangkap 10 orang yang diduga sebagai provokator terkait bentrokan berdarah di lahan tebu. Bentrokan tersebut mengakibatkan dua petani meninggal dunia.

”Yang kita amankan ada 10 orang. Mereka merupakan pentolan dari gerombolan FKAMIS,” kata Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif seperti dilansir dari Antara di Indramayu, Senin (4/10).

Lukman mengatakan, 10 orang yang ditangkap salah satunya merupakan ketua FKAMIS. Sebab, mereka diduga kuat menjadi provokator dalam bentrokan berdarah yang mengakibatkan dua petani penggarap meninggal dunia.

Menurut kapolres, sengketa lahan tebu terutama di sekitar Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, sudah terjadi sejak lama. FKAMIS (Forum Komunikasi Indramayu Selatan), diduga sering menghasut para petani. Selain itu, mereka juga dinilai sering mengintimidasi para petani penggarap yang bermitra dengan Perusahaan Gula (PG) Jatitujuh.

”Mereka mengintimidasi para petani yang bermitra dengan PG Jatitujuh. Karena mereka ini ingin menguasai lahan,” tutur Lukman.

Lukman menambahkan, selain mengamankan 10 orang yang merupakan pentolan FKAMIS, Polres Indramayu juga mengamankan para petani penggarap untuk dimintai keterangan.

Bagikan berita ini:
10
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar