Cegah Covid-19, Pemerintah Fokus Memperketat Kedatangan di Bandara Internasional

Senin, 4 Oktober 2021 17:37
Cegah Covid-19, Pemerintah Fokus Memperketat Kedatangan di Bandara Internasional

Bandara Ngurah Rai, Bali. Terhitung sejak 13 Januari 2020, sebanyak 86 penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan berbagai bandara di Tiongkok dibatalkan. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menyebut akan fokus memperketat kedatangan internasional, guna mencegah lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual perpanjangan PPKM, Senin (4/10/2021).

Sebagaimana diketahui, pemerintah menegaskan akan mulai membuka jalur penerbangan internasional ke Indonesia untuk beberapa negara yang ditetapkan. Seperti dari China, Jepang, Korea Selatan, Abudhabi dan New Zeland. Namun demikian, pemerintah melakukan pengetatan bagi semua warga baik asing maupun domestik yang telah melakukan perjalanan internasional.

Luhut mengatakan semua orang yang akan masuk ke Indonesia dari perjalanan luar negeri wajib menunjukkan bukti hasil tes PCR negatif. Selain itu mereka diwajibkan memiliki kode booking tiket hotel untuk melakukan karantina mandiri sebelum diizinkan beraktivitas di luar.

“Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina mandiri minimal untuk 8 hari dengan biaya sendiri. Untuk pintu masuk yang dibuka hanya di Jakarta dan di Surabaya,” jelas Luhut.

Luhut mengatakan, keberhasilan pemerintah dan semua pihak dalam mengendalikan penyebaran virus Covid-19 patut disyukuri. Oleh sebab itu demi mencegah hal-hal buruk terjadi di kemudian hari pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat kepada siapapun yang baru saja tiba di Indonesia dari perjalanan luar negeri.

Luhut juga meminta agar berkurangnya kasus aktif dan terkonfirmasi positif akhir-akhir ini tidak direspon dengan euforia berlebihan. Sebab potensi terjadi lonjakan kasus baru masih bisa terjadi dimanapun dan kapanpun ketika masyarakat lengah.

“Kelengahan sekecil apapun akan berpotensi terjadi lonjakan kasus di masa mendatang dan pasti akan mengulangi pengetatan – pengetatan yang sudah dilakukan dan ini akan sangat merugikan kita semua,” pungkas Luhut. (fin)

Bagikan berita ini:
5
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar