Kerusuhan Antarsuku di Distrik Dekai Yahukimo, Ini Pemicunya

Senin, 4 Oktober 2021 21:01
Kerusuhan Antarsuku di Distrik Dekai Yahukimo, Ini Pemicunya

Kerusuhan di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu (3/10). Foto-Tribratanews

FAJAR.CO.ID, PAPUA – Sebanyak 52 orang diamankan usai kerusuhan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Mereka diduga terlibat penyerangan terhadap masyarakat suku Yali di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan pihaknya menangkap 52 orang usai kerusuhan di Distrik Dekai, Minggu (3/10). Mereka yang ditangkap diduga terlibat penyerangan terhadap masyarakat suku Yali.

“Pukul 12.50 WIT, personel polres mendapat informasi dari warga telah terjadi penyerangan terhadap masyarakat suku Yali,” katanyadikutip tribratanews, Senin (4/10).

Penyerangan terjadi pukul 12.45 WIT di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Penyerangan oleh kelompok masyarakat dari suku Kimyal.

Saat ini 52 orang yang diamankan masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Polres Yahukimo. Sementara itu, masyarakat suku Yali masih mengamankan diri di Mako Polres Yahukimo.

Personel gabungan TNI-Polri masih terus patroli dan menjaga di titik-titik berkumpulnya massa. Penjagaan untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo.

Aksi penyerangan tersebut diduga terkait berita duka yang diterima masyarakat suku Kimyal. Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup MA meninggal.

Ahmad Mustofa mengungkapkan kronologi penyerangan oleh suku Kimyal. Penyerangan diawali kedatangan massa suku Kimyal yang dipimpin Kepala Suku Umum Kimyal, Morome Keya Busup, ke wilayah suku Yali.

Sebanyak 20 personel Polres Yahukimo lalu menuju lokasi. Dan kelompok massa Suku Kimyal tersebut berhasil dihalau. Namun, kelompok massa kembali menyerang masyarakat suku Yali yang berada di Hotel Nuri dan membakar hotel. Massa yang dihalau menuju kompleks Sekla, Jalan Gunung dan membakar beberapa rumah milik masyarakat suku Yali.

“Pukul 13.40 WIT, Kapolres bersama personel gabungan TNI-Polri bergerak dari Hotel Nuri menuju ke Kompleks Sekla untuk membubarkan kelompok massa yang melakukan aksi pembakaran,” jelasnya.

Akibat penyerangan itu, satu warga bernama Yaset Yahuli meninggal. Kemudian, 10 warga luka serius akibat terkena panah. (fin)

Bagikan berita ini:
7
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar