Wali Kota Makassar Marah-marah di Kantor Bapenda

Senin, 4 Oktober 2021 18:10
Wali Kota Makassar Marah-marah di Kantor Bapenda

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Senin, (4/10/2021) siang.

Danny mengatakan, sidak tersebut merupakan awal untuk seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Saya datang ke Bapenda ini adalah awal saya inspeksi seluruh dinas. Selama 8 bulan saya tidak pernah ke sini. Saya mulai dari Bapenda karena salah satu prestasi atau keterpurukan pemerintahan itu adalah pendapatan,” katanya, di Bapenda.

Danny menerangkan, ia bertekad untuk meningkatkan terget pendapatan tahun depan sebesar Rp1,8 triliun.

Ia juga menjelaskan, ia perlu melihat mekanisme prosedur yang ada di Bapenda sebelum resetting total dilakukan.

“Ini gambaran bahwa apa yang menjadi tanggung jawab Plt Bapenda sekarang itu cukup berat. Ruangannya saja itu mengekspresikan cara kerja. Ruang membentuk perilaku, perilaku membentuk ruang,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi kantor Bapenda saat ini sangat tidak nyaman sehingga perlu dibenahi total. Ia pun berkomitmen untuk mempercepat resetting khusus wilayah pendapatan.

Lanjut kata dia, perlunya melakukan perbaikan sembari menunggu program Government Center 2022 khusus untuk memaksimalkan pendapatan.

“Bagaimana orang mau bekerja kalau lampunya remang-remang begini. Sehingga semua jadi remang-remang. Makanya pendapatan juga jadi remang-remang,” tekannya.

Sementara itu, Plt Kepala Bapenda Kota Makassar, Firman Pagarra mengatakan, dalam kunjungan orang nomor satu Makassar tersebut, pihaknya diberi arahan dan masukan dalam melakukan pendataan untuk peningkatan pendapatan dan pembenahan-pembenahan fisik di Kantor.

“Kami akan memberikan yang terbaik juga karena seperti kata Pak Wali, ruang membentuk perilaku, perilaku membentuk ruang. Kami juga akan meningkatkan pendapatan Kota Makassar yang rencananya Rp1,8 triliun itu di tahun 2022,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kenaikan target di tahun 2022 karena memang melihat kondisi pendapatan di Makassar masih banyak yang belum dioptimalisasi. Apalagi mengingat kemarin Makassar berada di level PPKM.

“Ini kami sementara melakukan pendataan di seluruh potensi pajak. Setiap hari staf di Bapenda turun melakukan pendataan di beberapa potensi di wajib pajak. Baik itu di restoran ataupun di kafe-kafe,” jelasnya.

Seperti target yang disampaikan Danny, target pendapatan di APBD Perubahan sekitar Rp1,3 triliun. Saat ini sudah dicapai sekitar 70 persen.

“Kami berharap di akhir tahun mampu mencapai 100 persen. Mudah-mudahan ini juga didukung oleh PPKM. Untuk yang sekarang yang termasuk rendah sekali itu di hiburan dan parkir, reklame juga. Hotel sudah berangsur membaik,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, terget Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar turun menjadi Rp1,35 triliun dalam APBD Perubahan 2021.

Perubahannya turun sebesar Rp334,81 Milyar lebih, atau menurun sebesar 19,85 persen jika dibandingkan dengan target APBD Pokok 2021 sebesar Rp1,68 triliun. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
5
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar