Bendera Mirip HTI, Novel Baswedan: Ini Tidak Wajar dan Pasti Ada Pihak-pihak yang Sengaja Membuat Skenario

Selasa, 5 Oktober 2021 19:06

AKHIRI TUGAS: Novel Baswedan bersama pegawai yang tidak lolos TWK meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (30/9). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini kembali diserang dengan isu ‘taliban’, karena adanya bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang pada saat 2019 lalu berada di lantai 10 Gedung Merah Putih KPK. Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan turut mengomentari hal tersebut.

Menurut Novel, isu tersebut merupakan framing yang dilakukan secara sistematis untuk menyerang kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“Semakin jelas, upaya framing ini begitu sistematis dengan agenda menyerang upaya pemberantasan korupsi,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter pribadinya, Selasa (5/10).

Novel memandang, upaya framing tersebut merupakan skenario sekaligus fitnah. Dia memandang, framing tersebut sengaja dibuat untuk mengaitkan dengan para pegawai yang dipecat dengan dalih tidak memenuhi asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Ini tidak wajar dan pasti ada pihak-pihak yang sengaja membuat skenario, sekaligus menyebarkan fitnah dengan mengkaitkan sebagai pembenaran penyingkiran pegawai KPK dengan alat TWK,” sesal Novel.

Hal senada juga disampaikan, mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono. Menurut giri narasi taliban yang didengungkan tersebut seharusnya tidak lagi dimainkan oleh para pendengung.

Bagikan berita ini:
1
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar