Isoman Pasien Covid-19 Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga Ini Protes

Selasa, 5 Oktober 2021 17:12

Ilustrasi pasien Covid-19 di Singapura melakukan isoman (Kua Chee Siong/The Straits Times)

FAJAR.CO.ID, SINGAPURA — Pemerintah Singapura sedang menghadapi beban lonjakan pasien Covid-19. Sehingga tak semua pasien bisa langsung cepat diperhatikan. Keluhan pun muncul. Salah satunya dari seorang wiraswasta, Lau, yang terinfeksi Covid-19.

Ia tidak boleh berdiam terlalu lama. Lau telah menjalani isoman di rumah sejak 19 September, ketika ia dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes reaksi berantai polymerase. Dia hanya menerima perintah isolasi resmi dalam bentuk selembar kertas yang dikirimkan ke rumahnya pada hari keempat sakitnya.

Karena dia dinyatakan positif, dia harus diisolasi di rumah. Dia mengatakan tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

“Tidak pernah mendapatkan paket perawatan, yang mencakup barang-barang seperti masker bedah, pembersih tangan dan oksimeter untuk mengukur kadar oksigen darah,” katanya.

Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang dalam skema pemulihan di rumah dapat memintanya. Akan tetapi, kemudian memperbarui situs webnya pada Jumat (1/10) yang mengatakan bahwa paket tersebut hanya diberikan kepada orang-orang yang tidak memiliki oksimeter di rumah. Lau pun tidak memiliki oksimeter di rumah.

Bagikan berita ini:
5
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar