Reshuffle Kabinet Jilid II, Pengamat: PAN Tidak Berkeringat, Partai Koalisi Bisa Kecewa

Selasa, 5 Oktober 2021 15:20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Istana Merdeka. (Setpres)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Pengamat politik Jamiluddin Ritonga turut menyoroti isu reshuffle jilid II oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya PAN tak layak masuk Kabinet Jokowi-MA.

Salah satu partai yang disebut-sebut akan masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf menggantikan menteri menteri adalah Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Jamiluddin, PAN tidak layak masuk kabinet pemerintahan Presiden Jokowi menggantikan menteri yang direshuflle.

“PAN yang tidak berkeringat dinilai tak adil masuk dalam kabinet dan tidak layak,” ujarnya kepada Pojoksatu.id, Selasa (5/10/2021).

Bahkan, lanjut Jamiluddin, jika reshuffle dilakukan hanya untuk mengakomodir PAN agar dapat jatah kursi menteri.

Hal tersebut dikhawatirkan dapat menggoyahkan partai koalisi pemerintah.

“Diantara partai koalisi bisa kecewa dengan masuknya PAN ke kabinet dan ini dapat menggoyahkan soliditas partai koalisi pendukung pemerintah,” ucapnya.

Begitu juga dengan relawan yang merasa berjasa memperjuangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 akan kecewa bila PAN masuk kabinet.

“Sementara para relawan yang bercucur keringat tak kunjung diakomodir di kabinet,” kata Jamiluddin.

Bagikan berita ini:
2
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar