Selain Sapi, Ada Warga yang Menetap di Kawasan Rumah Adat Atakkae

Selasa, 5 Oktober 2021 22:45

Beberapa ekor sapi berada di kolom rumah adat di Kawasan Rumah Adat Atakkae, Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe. (FOTO: IMAN SETIAWAN P/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Wajo, Dahniar Gaffar, menanggapi adanya sapi di Kawasan Rumah Adat Atakkae.

Dalam kawasan ini. Terdapat beberapa jenis rumah adat. Satu rumah adat berukuran besar dikenal dengan sebutan rumah 101 tiang. Serta rumah adat kecamatan 14 unit dengan ukuran lebih kecil.

Dahniar mengemukakan, jika sudah melakukan segala upaya untuk mengatasi semua persoalan di dalam destinasi wisata berlokasi di Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe itu. Termasuk sapi yang ditinggal di kolong rumah adat.

“Saya sudah lama sampai persuasif kepada pemilik hewan ternak, supaya sapinya dibawah keluar dari kawasan,” ujarnya, Selasa, 5 Oktober.

Tak hanya itu, lanjut mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wajo ini, persoalan adanya warga sekitar 18 Kartu Keluarga (KK) tinggal di kawasan juga sudah pernah ditangani. Bahkan, ada yang sudah tinggal 15 tahun lamanya.

“Sama dengan ini. Kami pernah sampaikan dengan baik-baik untuk keluar. Makanya saya berikan waktu sampai Desember mendatang untuk mencari rumah,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
5
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar