Soal Bendera HTI, Ahmad A Hariri Sebut Klarifikasi KPK Belum Menyentuh Substansi

Selasa, 5 Oktober 2021 21:26

Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Dery Ridwansah/Jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) Ahmad A Hariri mengomentari kontroversi adanya bendera organisasi terlarang di meja salah seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hariri menilai klarifikasi yang disampaikan Pelaksana tugas juru bicara Komisi KPK Ali Fikri belum menyentuh substansi. Pasalnya, Ali Fikri belum menyebut di meja siapa bendera tersebut berkibar dan bagaimana ideologi tertentu bisa masuk ke lembaga antirasuah.

Karena itu, Hariri menilai kontroversi soal keberadaan bendera tersebut diperiksa kembali dan diselesaikan secara tuntas. Hariri mengakui bendera hanya sebuah simbol. Namun, simbol yang dipakai sebagai pertanda atas sebuah pemahaman tertentu.

“Jadi, ketika bendera sebuah organisasi yang dilarang karena bertentangan dengan ideologi bangsa, tetapi berada di gedung pemerintahan, maka menjadi pertanyaan besar bagaimana simbol itu muncul?”

“Apa pemilik meja tempat bendera itu terpajang merupakan penyebar pemahaman ideologi itu atau malah terkontaminasi pemahaman tersebut dari lingkungan pekerjaannya,” ujar Hariri dalam keterangannya, Selasa (5/10).

Bagikan berita ini:
1
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar