Nurdin Abdullah Beli 17 Hektar Tanah di Pucak Maros, Adik dan Ipar Jadi Perantara

Rabu, 6 Oktober 2021 13:36
Nurdin Abdullah Beli 17 Hektar Tanah di Pucak Maros, Adik dan Ipar Jadi Perantara

Suasana sidang terdakwa Nurdin Abdullah di PN Makassar, Rabu (6/10/2021).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ipar Nurdin Abdullah, Hasmin Badoa dan adik Nurdin, Mega Abdullah menjadi broker atau makelar yang membantu proses jual beli tanah di kawasan kebun raya Pucak, Maros, Sulawesi Selatan.

Diketahui, Nurdin Abdullah membeli 17 hektar tanah di kawasan tersebut melalui dua kerabat dekat Nurdin tersebut.

17 hektare itu dibeli dari dua pemilik yaitu Abdul Samad sebanyak 13 hektare dan Nusron sebanyak 4 hektare.

Fakta itu disampaikan Abdul Samad pada sidang lanjutan kasus tersebut di Ruang Harifin Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (6/10/2021).

Samad menyebut Nurdin membeli tanah seluas kurang lebih 13 hektar dengan harga Rp2,2 miliar. Pembelian tersebut difasilitasi oleh Ipar NA, Hasmin Badoa.

“Awalnya saya dihubungi Pak Hasmin Badoa katanya mau beli tanah saya di Pucak. Tapi pak Hasmin menjelaskan jika sebenarnya yang mau membeli itu Pak Nurdin Abdullah,” ujar Samad.

Sebelumnya sempat terjadi tawar menawar pada proses pembelian tanah tersebut, Samad pun menyebut bahwa Hasmin dan Mega Abdullah yang melakukan tawar-menawar.

“(Yang menawar) Pak Hasmin, dan Bu Mega Abdullah,” lanjut Samad.

Ia pun menyebut tanah itu sudah dibayar lunas, ia pun menerima uang itu secara cash di kediaman Hasmin.

“Sudah lunas, Saya terima uangnya itu di rumah Pak Hasmin secara cash,” pungkasnya.

Sementara itu, Nusron yang datang di persidangan sebelumnya menyebut tanah yang ia jual ke NA sebanyak 4 hektar.

“(Lokasinya di ) Dusun Arra, Kecamatan Tompobulu, sekitar 5 kilo dari Pucak, sekitar 4 hektar, surat yang kami pegang seluas 3 hektar, sementara 1 hektarnya merupakan dana hibah dari pak Abdul Samad,” ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Nusron pun menyebut proses jual beli tanah tersebut juga diwakili oleh Hasmin Badoa. “Tidak pernah ketemu, diwakili oleh Pak Hasmin,” ujarnya.

Nusron menyebut tanah tersebut dijual dengan harga kesepakatan 544 juta Rupiah dengan dua kali bayar.

“Rp544 juta, dua kali bayar, secara cash. Dibayarkan melalui Asmin Badoa, disaksikan oleh camat Tompobulu. Pembayaran pertama 300 juta, kedua 244 juta,” pungkas Nusron.

Diketahui tanah tersebut akan dibangun Masjid yang menjadi sitaan KPK.

Diduga ada aliran dana dari sejumlah kontraktor yang masuk pada proses pembangunan masjid tersebut. (Zaki/fajar)

Bagikan berita ini:
6
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar