Beredar Surat Penyelidikan Dugaan Korupsi Bupati Gowa, KPK: Itu Palsu

Kamis, 7 Oktober 2021 11:01

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri --(Dery/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi beredarnya dua surat palsu tentang pengembangan hasil analisis dan penyelidikan penanganan tindak pidana korupsi yang menggunakan logo KPK.

Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan pihaknya telah memeriksa dan memastikan penomoran surat tidak sesuai dengan tata naskah dinas yang berlaku di KPK.

Surat juga tidak dibubuhi tanda tangan serta salah dalam penyebutan pihak penandatangan yaitu atas nama Eko Marjono sebagai Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan.

“Jadi kedua surat ini palsu. Dalam surat palsu tersebut menerangkan adanya kegiatan monitoring dan pengumpulan keterangan lanjutan, serta penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Gowa,” ungkapnya, Kamis (07/10/2021).

Surat palsu yang mengatasnamakan KPK beredar

Surat ini menyebutkan dibuat oleh Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan, yang keduanya atas nama Eko Marjono. Surat ditujukan untuk Deputi Penindakan dan Komisioner KPK.

“Penipuan dan pemerasan dengan modus pemalsuan surat yang mengatasnamakan KPK marak terjadi. KPK secara tegas meminta para pihak tidak lagi memalsukan atau melakukan tindakan-tindakan mengatasnamakan KPK untuk menipu, memeras, dan bertindak kriminal lainnya yang dapat merugikan masyarakat,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
5
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar