Irjen Napoleon Bonaparte Berteriak dan Tulis Surat Terbuka, Polri Respons Begini

Kamis, 7 Oktober 2021 08:46

Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Irjen Napoleon Bonaparte berteriak dan menulis surat terbuka. Isinya dia menyebut bahwa dirinya bukan koruptor. Dan dia selama ini mengaku hanya diam karena terbelenggu dengan seragam institusinya.

Polri enggan menanggapi surat yang ditulis Irjen Napoleon. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan proses hukum kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra yang menjerat Napoleon hingga kini masih berlangsung. Sehingga Polri, harus menghormati proses yang tengah berjalan tersebut.

“Itu masih proses, nanti penyidik yang akan menyelesaikan kasus ini,” katanya, Rabu (6/10).

Terpisah, kuasa hukum Napoleon, Ahmad Yani mengatakan surat terbuka yang ditulis kliennya untuk menyikapi sejumlah persolan hukum yang tengah menjerat Napoleon.

Diketahui, selain terseret kasus dugaan suap, Napoleon juga terseret kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

“Kayanya kalau kita lihat dari isinya merespons kasus keduanya. Soal Djoko Tjandra dan Muhammad Kece,” katanya.

Bagikan berita ini:
8
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar