Ketua FGHBSN Prediksi Banyak Guru Honorer yang Kecewa

Kamis, 7 Oktober 2021 09:02
Ketua FGHBSN Prediksi Banyak Guru Honorer yang Kecewa

Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat. Foto: dokumentasi pribadi for JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat punya feeling buruk soal pengumuman kelulusan PPPK 2021 tahap I.

Dia memprediksi akan banyak guru honorer yang tidak lulus tes. Prediksi Rizki tersebut karena melihat perkembangan yang ada. Apalagi Kemendikbudristek terus mengedukasi guru honorer untuk menyiapkan diri mengikuti tes PPPK guru tahap II yang akan digelar bulan ini.

“Saya merasakan akan banyak teman guru honorer yang kecewa,” kata Rizki kepada JPNN.com, Kamis (7/10).

Itu pula yang membuat Rizki bersama pengurus forum honorer lainnya saling menyemangati satu sama lain. Semua harus tetap melihat ke depan saja.Bahwa ada tahapan berikutnya yang mesti ditempuh guru honorer jika dalam seleksi PPPK guru tahap I gagal.

“Jangan dulu berharap terkait afirmasi tambahan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan,” ucapnya.

Dia mengingatkan para guru honorer bahwa pijakan kelulusan PPPK guru tahap I masih pada PermenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021. Kalaupun ada KepmenPAN-RB baru tidak akan menyentuh semua pelamar.

“Bukannya mau mendahului pemerintah ya, tetapi mempelajari pernyataan pemerintah di media arahnya ke sana,” ucapnya.

Apalagi, kata Rizki, sejumlah pejabat baik di Kemendikbudristek, KemenPAN-RB, dan BKN sudah menegaskan tidak akan mungkin semua diluluskan. Ini demi perbaikan kualitas pendidikan di tanah air.

Rizki, guru honorer yang usianya di bawah 35 tahun ini pun mengaku sadar diri. Meski masa kerjanya lama tetapi karena usianya muda tidak mungkin mendapatkan tambahan afirmasi.

“Feeling saya kalaupun ada perubahan, itu bersifat khusus ke passing grade atau nilai ambang batas dan tidak berlaku bagi semua pelamar. Itu hanya untuk usia 50 tahun ke atas ,” tuturnya.

Rizki kembali mendorong guru honorer menghilangkan harapan mengenai tambahan afirmasi. Akan lebih bijak menyiapkan diri untuk berkompetisi lagi di babak kedua. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
7
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar