Potensi Kelompok Radikal di TNI Polri, Ini Saran Kader Intelektual Muhammadiyah

Kamis, 7 Oktober 2021 09:13

ILUSTRASI. TNI-POLRI kompak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kader Intelektual Muhammadiyah Muhammad Abdullah Darraz menilai, besar kemungkinannya bahwa kelompok radikal ini dan juga bukan tidak mungkin telah menginfiltrasi ke dalam tubuh institusi TNI dan Polri.

Abdullah Darraz juga menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan para pemimpin instansi.

Yakni untuk mencegah masuknya ideologi radikal dan intoleran. Ke dalam tubuh institusi atau lembaga negara yang berpotensi masuk dari pengajian-pengajian atau ceramah maupun mentoring oleh ustaz atau tokoh agama yang radikal

“Kuncinya yang pertama adalah menyadari bahwa gerakan ini (radikal dan intoleran) ada,” ujarnya, Rabu (6/10).

“Kedua, sesegera mungkin mendeteksi sumbernya dimana, karena saya sendiri meyakini bahwa pendekatan kelompok radikal tersebut menargetkan orang-perorangan dengan mengajarkan hal-hal yang bertentangan atau polemik,”sambungnya.

Ketiga adalah internalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila, nilai kebangsaan, nilai kebinnekaan, serta nilai-nilai positif di negara Indonesia.

Dirinya berharap adanya kesadaran dan kepekaan dari tubuh instansi terhadap bahaya radikalisme terutama yang menyasar aparatur negara. (fin)

Bagikan berita ini:
3
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar