Sukanya Panjang Berotot, Nikita Mirzani: Gue Nggak Bisa Jadi Lesbian

Kamis, 7 Oktober 2021 15:06
Sukanya Panjang Berotot, Nikita Mirzani: Gue Nggak Bisa Jadi Lesbian

Nikita Mirzani / Instagram

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Imej seksi tak bisa dilepaskan dari sosok artis Nikita Mirzani. Tiga kali menikah, Nikita sejauh ini nampaknya masih nyaman menjanda dan menjadi orang tua tunggal bagi ketiga anaknya.

Artis sensasional ini juga tak pernah risih mengumbar petualangan bercintanya di hadapan publik. Sebelumnya ia mengaku pernah berhubungan ranjang dengan lima orang berbeda dalam satu hari.

Ya, wanita yang akrab disapa Nyai ini memang pernah menegaskan dirinya memiliki libido tinggi dalam hal berhubungan seks.

Tak lama setelahnya, Nikita kembali membuat pengakuan yang membuat mata terbelalak.

Ia tak menampik bahwa dirinya nyaris menjalin asmara dengan salah satu teman wanitanya.

Dia mengatakan hal tersebut lantaran dirinya penasaran ingin merasakan bermain cinta dengan sesama wanita.

“Hampir (sama cewek). Setiap diri di manusia itu ada rasa penasaran. Hanya imajinasi saja,” kata Nikita Mirzani dikutip dari kanal Malam Malam NET di YouTube, Kamis (7/10/2021).

Nikita mengatakan ketertarikannya pada wanita lantaran dirinya merasa trauma sering disakiti laki-laki.

Menurut dia perhatian dan kebaikan temannya itu membuatnya secara tak sadar mulai merasa nyaman.

“Ketika gue patah hati, gue punya teman yang selalu ada, perempuan,” tutur pemain film Nenek Gayung itu.

Kala itu, lanjut Nikita, dia tidak mengetahui kalau temannya itu ternyata penyuka sesama perempuan atau lesbi.

“Ya, gue enggak pernah tahu kalau teman gue ini ternyata lesbian. Gue nyaman sama dia, tetapi belum ngapa-ngapain ya,” bebernya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Nikita menyadari bahwa dirinya lebih cenderung menyukai laki-laki ketimbang perempuan.

“Gue hampir mau suka sama teman gue yang cewek itu. Tetapi gue ternyata lebih dominan ke laki. Gue nggak bisa jadi lesbian,” tegasnya. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
9
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar