Komponen Cadangan dan Pentingnya

Jumat, 8 Oktober 2021 20:05

INT

Oleh: Dadang Mas Bakar

Magister Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Baru-Baru ini, 7 Oktober 2021. Telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebanyak 3.103 Komponen cadangan yang mana keseluruhannya merupakan pemuda berusia antara 18-35 tahun. Terdapat banyak pertanyaan dan spekulasi yang muncul berkaitan komponen cadangan ini. Bahkan tidak sedikit yang menganggap bahwa komponen cadangan ini adalah upaya TNI untuk kembali ‘menguasai’ tugas sipil dan TNI. Jelas pernyataan tersebut keliru dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu, banyak pula pemahaman yang keliru terkait komponen cadangan, banyak yang menganggap bahwa komponen cadangan ini akan memakan biaya yang sangat besar karena akan selalu digaji dan menjadi beban negara. Anggapan tersebut salah.

Komponen cadangan menurut hemat penulis merupakan langkah tepat dan strategis untuk menjawab permasalahan pertahanan dan keamanan di Indonesia. Kita ketahui bahwa, pada tahun 2021 jumlah anggaran pertahanan hanya sebesar 137,3 T, yang mana harus membiayai tiga matra (Dara, Laut dan Udara) ditambah kementerian pertahanan itu sendiri dan harus pula mengadakan alutsista dan alat lainnya. Selain itu, ketika kita melihat Minimum Essensial Force (MEF) atau yang dikenal sebagai standar minimum personil dan alutsista yang harus dimiliki sebuah negara. Kita masih belum dapat memenuhi MEF tersebut. MEF kita masih dalam angka 63.19% dari target seharusnya 75,54% pada tahun 2019, jelas dibutuhkan langkah strategis agar dapat mencapai target MEF 100% pada tahun 2024 dan menurut hemat penulis, melalui komponen cadangan menjadi cara yang tepat agar mencapai hal tersebut.

Bagikan berita ini:
8
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar