Terekam CCTV, 3 Orang Ini Diduga Penjemput Tahanan yang Kabur dari Polres Gowa

Jumat, 8 Oktober 2021 22:13
Terekam CCTV, 3 Orang Ini Diduga Penjemput Tahanan yang Kabur dari Polres Gowa

Screenshot

FAJAR.CO.ID, GOWA — Sudah sembilan hari lamanya seorang tahanan dalam kasus penculikan anak di bawah umur berinisial RA, kabur dari sel tahanan Polres Gowa. Keberadaannya hingga kini masih tanda tanya.

Tahanan tersebut kabur dari sel tahanan dan dijemput oleh tiga orang yang membawa dua unit sepeda motor, pada 29 September 2021 lalu.

Penjemput RA pun terekam CCTV. Dalam rekaman itu, terlihat ada dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis metik melintas di Jalan Syamsuddin Tunru, menuju ke samping kanan Mapolres Gowa.

Dia melintas dengan kecepatan rendah menuju ke bagian paling dalam di sebuah jalan yang berada di samping kanan Mapolres Gowa.

Namun, saat keduanya berada di simpang tiga, muncul dari arah lain seorang pengendara motor yang mengikuti pemotor metik tadi menuju bagian paling dalam jalanan tersebut.

Di tempat itulah, tersangka kasus penculikan anak di bawah umur, RA, kabur dan dijemput oleh dua pengendara motor tadi.

Belum ada perkembangan terbaru di Satuan Reskrim Polres Gowa soal tahanan kabur tersebut. Pihaknya masih melakukan pengejaran.

“Dia terekam CCTV dijemput oleh temannya pakai motor lewat belakang. Iya (panjat pagar),” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman beberapa waktu lalu.

Polisi juga masih menelusuri siapa pemotor itu dan ke mana perginya mereka bersama tahanan tersebut. Koordinasi dengan Polres hingga Polda terus dilakukan untuk memperkecil pelarian tersangka.

“Iya kami koordinasi dengan Polda setempat untuk memperkecil gerak tersangka,” tambah perwira polisi tiga balok ini.

Terpisah, kaburnya RA membuat penyidik Polres Gowa dituding melakukan pembiaran terhadap RA yang bebas menggunakan ponsel selama ditahan di Polres Gowa, hingga ia mudah berkomunikasi dengan orang luar dan sukses kabur.

Tidak hanya menggunakan ponsel, penyidik juga dituding membiarkan RA bebas berlalu-lalang kawasan Mapolres Gowa dan tidak berada di dalam sel tahanan.

“Di luar itu dia (RA) punya chat lancar dan dia pegang ponsel, Instagramnya semua. Sudah beberapa kali saya beri warning ke petugas, khususnya penyidik yang menangani tentang berkeliaran di luar sel,” kata kuasa hukum korban SM (17), M Syafril Hamzah.

SM sendiri merupakan korban yang dibawa kabur oleh tersangka RA dari rumahnya di Palangga, Kabupaten Gowa, hingga ke Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Agustus 2020 lalu.

Syafril bilang, tersangka RA mudah dijemput oleh temannya berkat bantuan alat komunikasi milik RA selama ditahan di Polres Gowa.

“Iya dijemput tiga orang. Dua motor tiga orang. Yang satu kan kosong boncengannya untuk dia (RA). Begitu intinya,” aku Syafril kepada jurnalis Fajar.co.id. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
5
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar