Aksi Bela Babinsa dan Surati Kapolri, Jabatan Brigjen Junior Tumilaar Dicopot

Sabtu, 9 Oktober 2021 15:10
Aksi Bela Babinsa dan Surati Kapolri, Jabatan Brigjen Junior Tumilaar Dicopot

Brigjen TNI Junior Tumilaar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Brigjen TNI Junior Tumilaar (JT) harus kehilangan jabatan sebagai Inspektur Kodam (Irdam)/XIII Merdeka.

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) bahkan memproses hukum Brigjen Junior Tumilaar (JT) karena diduga melakukan pelanggaran. Ia akan dimasukkan ke dalam sel.

Komandan Puspomad Letjen Chandra W Sukotjo dalam siaran persnya di Jakarta, menjelaskan hasil klarifikasi dan hasil pemeriksaan para saksi yang terkait dengan pernyataan terlapor, didapatkan adanya fakta dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan Junior.

Perbuatan melawan hukum dimaksud, kata dia, adalah pelanggaran hukum disiplin militer dan pelanggaran hukum pidana militer sesuai Pasal 126 KUHP Militer dan Pasal 103 ayat (1) KUHP Militer.

Atas adanya indikasi pelanggaran hukum disiplin militer dan pidana militer, kata Chandra, Puspomad akan melanjutkan proses hukum lebih lanjut terhadap Junior.

“Untuk kepentingan tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Jumat (8/10) telah mengeluarkan Surat Perintah Pembebasan dari Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan Brigjen TNI JT sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka untuk kemudian ditempatkan sebagai Staf Khusus KSAD,” ucap Chandra.

Sebelumnya, Brigjen Junior menulis surat terbuka kepada Kapolri dengan tembusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen Wanti Waranei Franky Mamahit.

Surat yang ditulis tangan di Kota Manado pada 15 September 2021 itu berisi keheranannya atas sikap Brimob Sulawesi Utara (Sulut) bersenjata yang mendatangi salah seorang personel Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Hal itu terkait pembelaan sang Babinsa kepada warga bernama Ari Tahiru (67 tahun) yang tanahnya disebut diserobot PT Ciputra International.

Junior tidak terima ketika sang Babinsa yang membela rakyat kecil berkonsekuensi harus dipanggil dan diperiksa aparat Polresta Manado, dan Ari yang merupakan warga buta huruf harus ditangkap aparat.

Surat itu pun viral di media sosial, hingga ia diperiksa Puspomad untuk diminta pertanggungjawaban.(msn-int/fajar)

Bagikan berita ini:
3
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar