Perintah Istana, Polri Diminta Buka Kembali Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Lutim

Sabtu, 9 Oktober 2021 15:33

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani. (istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kasus dugaan pemerkosaan tiga orang anak oleh ayah kandungnya di Luwu Timur sudah sampai ke pihak Istana.

Pihak istana melalui Deputi V Kantor Staf Presiden bidang Politik, Hukum, Hankam, HAM dan Antikorupsi serta Reformasi Birokrasi, Jaleswari Pramodhawardani mengutuk keras kekerasan seksual yang diduga dialami oleh tiga kakak beradik berusia di bawah 10 tahun.

Terlebih, diduga pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri yang tinggal di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

“Tindakan tersebut tidak bisa diterima oleh akal budi dan nurani kemanusiaan kita. Terlebih lagi bila yang melakukan adalah ayah kandungnya. Oleh karena itu pelakunya harus dihukum berat,” kata Jaleswari dikutip dalam keterangan pers, Jumat(8/10).

“Walaupun anak-anak, suara korban harus kita dengarkan dan perhatikan dengan seksama. Termasuk suara Ibu para korban. Bayangkan saja mereka adalah anak-anak kita sendiri,” tambah Jaleswari.

Jaleswari meminta Kapolri memerintahkan jajarannya untuk membuka kembali kasus. Hal tersebut jika ditemukan adanya kejanggalan dan kesalahan dalam proses penyelidikan oleh Polres Luwu Timur yang menyebabkan diberhentikannya proses penyelidikan pada akhir tahun 2019.

Bagikan berita ini:
5
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar