BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Zifivax, Ini Beberapa Efek Sampingnya

Minggu, 10 Oktober 2021 23:02

Vaksin Covid-19 Moderna. Swedia akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna bagi warga kelahiran 1991 ke atas. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengizinkan vaksin Covid-19 asal Tiongkok. Namanya Zifivax. Zifivax merupakan vaksin yang dikembangkan dan diproduksi oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical dengan platform rekombinan protein sub-unit asal Tiongkok. Tingkat kemanjurannya di atas 81 persen.

Vaksin Zifivax digunakan untuk indikasi pencegahan Covid-19 yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2 pada orang berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali suntikan secara intramuskular (IM) dengan interval pemberian 1 bulan dari penyuntikan pertama ke penyuntikan berikutnya. Dosis vaksin yang diberikan pada setiap kali suntikan adalah 25 mcg (0,5 mL). Sebagaimana vaksin pada umumnya, vaksin ini juga memerlukan kondisi khusus untuk penyimpanannya, yaitu pada suhu 2-8oC.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, persetujuan izin darurat tersebut diberikan setelah dilakukan serangkaian uji pre-klinis dan uji klinis untuk menilai keamanan, imunogenisitas, dan efikasi atau khasiat dari vaksin Zifivax. Efikasi atau kemanjuran vaksin mencapai 81,71 persen dihitung mulai 7 hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap atau mencapai 81,4 persen bila dihitung mulai 14 hari setelah mendapatkan vaksinasi lengkap. Berdasarkan analisis pada beberapa rentang usia, efikasi vaksin pada populasi dewasa usia 18-59 tahun sebesar 81,51 persen, populasi lansia usia 60 tahun ke atas sebesar 87,58 persen, dan untuk populasi Indonesia secara keseluruhan adalah 79,88 persen.

Bagikan berita ini:
9
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar