Eko Mardiono: Janji Afirmasi 50 Tahun ke Atas hanya Isapan Jempol, Akal-akalan Pemerintah Saja

Minggu, 10 Oktober 2021 20:42

Korwil PHK2I Jatim Eko Mardiono protes kebijakan PPPK yang bikin guru honorer K2 dan honorer nonkategori terdepak. Foto dokumentasi pribadi for JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Jatim Eko Mardiono mengeklaim afirmasi bagi guru umur 50 tahun ke atas, hanya akal-akalan semata.

Hal tersebut menyusul banyak guru honorer K2 yang rata-rata berusia di atas 50 tahun gagal pada tes PPPK tahap I. “Janji afirmasi 50 tahun ke atas hanya isapan jempol. Akal-akalan pemerintah saja seolah-olah mengafirmasi, padahal tidak,” kata Eko, Sabtu (9/10).

Eko memisalkan di Jawa Timur, bukan cuma satu atau dua guru honorer usia 50 tahun ke atas yang tumbang. Sejak diumumkan kelulusan PPPK guru tahap I pada 8 Oktober 2021, makin banyak pengaduan yang masuk ke PHK2I Jawa Timur.

Banyak pelapor mempertanyakan janji Mendikbudristek Nadiem Makarim soal afirmasi berupa passing grade kompetensi teknis dinolkan, sosio-kultural, dan manajerial turun dari 130 menjadi 110, sementara wawancara dari 24 menjadi 20.

“Itu strategi yang merugikan honorer K2 karena teman-teman usia 50 tahun ke atas justru tak bisa menikmati kebijakan afirmasi baru lantaran sudah kalah di perhitungan kelulusan pertama,” ujar dia.

Bagikan berita ini:
8
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar