Merasa Anak-anaknya Ikut Menderita, Martha Sepúlved Pilih Suntik Mati

Minggu, 10 Oktober 2021 14:50

Martha Sepúlveda Campo, warga Kolombia pertama dengan penyakit non terminal yang mendapat izin untuk disuntik mati. (int)

FAJAR.CO.ID — Martha Sepúlveda Campo sedang merayakan hari-hari terakhirnya hidup di dunia karena pada 10 Oktober 2021, hari ini, dia disuntik mati. Dia tampak tersenyum ke arah kamera televisi sambil bersenda gurau dengan anak lelakinya.

Sejak 2019, Campo didiagnosis menderita penyakit degeneratif bernama amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Penyakit yang mengenai sistem saraf ini dapat memengaruhi mobilitas pasien.

Seiring berjalannya waktu, gejala yang dialami Campo memburuk hingga membuatnya tak lagi bisa berjalan tanpa bantuan. Akan tetapi, kondisi Campo tidak dikategorikan sebagai penyakit terminal yang mengarah pada besarnya risiko kematian.

Meski begitu, Campo merasa menderita akibat kondisinya saat ini. Dia pun berpikir bahwa kondisinya turut membuat anak-anaknya ikut menderita.

Oleh karena itu, Campo mengajukan izin untuk menjalani prosedur eutanasia. Izin tersebut Campo ajukan hanya empat hari setelah Mahkamah Konstitusi Kolombia memperluas cakupan hak untuk memilih kematian yang bermartabat pada 22 Juli 2021. Permohonan Campo lalu dikabulkan pada 6 Agustus 2021.

Bagikan berita ini:
7
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar