Bareskrim Polri Usul Pemindahan Penahanan Irjen Napoleon Banaparte ke Lapas Cipinang

Senin, 11 Oktober 2021 09:22

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/11). Foto: Sigid Kurniawan/Antara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bareskrim Polri telah mengusulkan pemindahan lokasi penahanan untuk terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Rencana dia akan dipindah ke Lapas Cipinang, dari Rutan Bareskrim Polri.

Kuasa hukum Irjen Napoleon Bonaparte, Juju Purwanto mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai rencana pemindahan ini. Tim kuasa hukum masih menunggu terlebih dahulu.

“Ini belum mendapatkan informasi secara formal,” kata Juju saat dihubungi, Senin (11/10).

Kendati demikian, tim kuasa hukum tidak menolak adanya pemindahan lokasi penahanan. Sebab, hal itu kewenangan dari penyidik. “Ya, itu kewenangan penyidik. Lebih kepada hal teknis,” jelas Juju.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri resmi menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece. Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

“Sesuai laporan hasil gelarnya demikian (Napoleon ditetapkan tersangka),” kata Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Rabu (29/9).

Bagikan berita ini:
10
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar