Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak Jadi Rp113,9 Triliun, Ibas Usul Audit Menyeluruh

Senin, 11 Oktober 2021 13:25

Wakil Ketua Banggar DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (foto: jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikabarkan mengalami pembengkakan biaya. Jumlahnya sangat fantastis, dari Rp 27,17 triliun menjadi Rp 113,9 triliun. Terkait masalah ini, muncul usulan aliran dana tambahan sebesar Rp 4,1 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan, bahwa sebaiknya dilakukan audit dan review yang menyeluruh. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga bengkak.

“Sebaiknya diaudit dan dilakukan review menyeluruh. Jangan sampai ada penyalahgunaan investasi hingga membengkak triliunan rupiah,” ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (11/10).

Ibas juga menuturkan, fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk Penyertaan Modal Negara terus-menerus. Sehingga mengingatkan akan pentingnya perhitungan cost dan benefit bagi BUMN.

“Fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk PMN terus menerus. Juga dihitung cost and benefitnya untuk BUMN,” katanya.

Lebih lanjut Ibas berharap agar program ini tidak berakhir lebih dalam pembiayaannya, yang akhirnya bisa menjadi mangkrak.

Bagikan berita ini:
1
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar