Ditanya Orang Dalam KPK, Azis Syamsuddin Enggan Berbicara

Senin, 11 Oktober 2021 14:21
Ditanya Orang Dalam KPK, Azis Syamsuddin Enggan Berbicara

Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengenakan rompi orange usai di periksa di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9). (Issak Ramdhani / fin.co.id)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin terlihat menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara Kabupaten Lampung Tengah, pada Senin (11/10). Dia yang mengenakan rompi tahanan KPK itu, memasuki gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 11.58 WIB.

Saat dicecar awak media terkait orang kepercayaan atau ‘orang dalam’ di lingkungan KPK, Azis enggan berbicara . Dia tak menghiraukan pertanyaan awak media terkait munculnya dugaan tersebut.

Dugaan adanya ‘kaki tangan’ Azis ini muncul dalam persidangan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/10) lalu. Dalam kesaksian Sekretaris Daerah nonaktif Tanjungbalai, Yusmada mengamini kalau Azis memiliki delapan orang kepercayaan di lingkungan KPK. Salah satunya, mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju yang kini terjerat dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara Kota Tanjungbalai.

Terkait pemeriksaan Azis pada Senin (11/10) hari ini, belum diketahui ala yang akan digali oleh tim penyidik KPK. Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri hanya mengunformasikan, kalau pemeriksaan ini merupakan yang pertama setelah Azis berstatus tersangka dan ditahan KPK.

“Benar, hari ini (11/10/2021) diagendakan pemeriksaan tersangka AZ di Gedung Merah Putih KPK,” ucap Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini memastikan akan memberikan perkembangan informasi terkait hasil pemeriksaan Azis Syamsuddin. “Perkembangannya nanti disampaikan lebuh lanjut,” tegas Ali.

Dalam perkaranya, mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Azis menjanjikan uang senilai Rp 4 miliar kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Tetapi yang baru terealisasi sejumlah Rp 3,1 miliar.

Kasus ini bermula pada Agustus 2020, Azis Syamsuddin menghubungi Stepanus Robin Pattuju yang saat itu menjabat sebagai penyidik KPK, untuk meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

Menindaklanjuti ini, Stepanus Robin Pattuju menghubungi Maskur Husain untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Lantas, Maskur Husain yang merupakan advokat menghubungi Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado untuk menyiapkan uang Rp 2 miliar.

Stepanus juga lantas menyampaikan langsung kepada Azis Syamsuddin terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh Azis. Setelah itu Maskur Husain diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp 300 juta kepada Azis.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Azis Syamsuddin dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank Maskur Husain secara bertahap.

Masih pada Agustus 2020, Stepanus juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di kawasan Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis yaitu USD 100.000, SGD 17.600 dan SGD 140.500.

Azis Syamsuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
3
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar