Hari Libur Maulid Nabi Digeser Pemerintah, Ketua MUI: Sudah Tak Relevan

Senin, 11 Oktober 2021 10:37

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. Foto NU

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah kembali menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 ke 20 Oktober 2021. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Pada Agustus kemarin, Pemerintah juga menggeser hari libur 1 Muharam 1443 Hijriah dari 10 Agustus ke 11 Agustus. Alasannya sama, antisipasi lonjakan pandemi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah dan ukhuwah, Cholil Nafis mengatakan, saat ini Covid-19 di tanah air berlahan makin membaik.

Sehingga menggeser hari libur keagamaan dengan alasan pandemi, dinilai sudah tidak relevan.

“Saat WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan” ujar Cholil Nafis di Twitter-nya, Senin (11/10/2021).

Kiai Cholil mengatakan, Indonesia memiliki banyak hari libur untuk menghormati hari besar kegamaan. Sehingga libur itu mengikuti hari besar keagamaan bukan hari kegamaan mengikuti hari libur.

Bagikan berita ini:
2
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar