Polri Persilakan Ajukan Bukti Baru, LBH: Tidak Selalu Hasil Visum Menunjukkan Indikasi Kekerasan Seksual

Senin, 11 Oktober 2021 20:00

Foto ilustrasi yang kini beredar luas di media sosial.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mabes Polri akan membuka kembali kasus dugaan pemerkosaan tiga bocah di Luwu Timur, jika terdapat bukti baru untuk melanjutkan kasus yang dihentikan atau SP3 pada Desember 2019 lalu.

Pihaknya pun mempersilakan ibu korban melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, untuk menyerahkan bukti baru yang mereka miliki untuk membuka kembali kasus ini.

“Terkait dengan LBH Makassar yang mengatakan bahwa telah memiliki bukti baru, silakan diserahkan. Karena sampai hari ini alat bukti baru itu belum diserahkan kepada pihak Kepolisian. Kami menunggu apabila bukti-bukti baru tersebut diserahkan, tentunya penyidik akan mendalami,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri di Mabes Polri, Jakarta.

Sebelumnya, LBH Makassar menyatakan, ada saksi ahli dan pengakuan tiga korban yang mengaku bahwa dugaan pemerkosaan itu menimpa dirinya.

“Pada intinya kami sudah mengajukan dokumen pendukung, orang-orang ahli untuk diperiksa oleh Polri,” kata Kadiv Perempuan, Anak, dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi, Sabtu (9/10/2021).

Selain itu, juga ada hasil rekam medis di rumah sakit di Luwu Timur yang harus diambil polisi sebagai pemegang wewenang pengambilan alat bukti tersebut.

Bagikan berita ini:
6
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar