Dua Polisi Babak Belur Dikeroyok, Begini Kronologisnya…

Selasa, 12 Oktober 2021 20:36

Tersangka diamankan polisi di Mapolres Lombok Tengah. (M. Haeruddin/Radarlombok.co.id)

FAJAR.CO.ID, NTB — Bripka A dan Bripka F, dua anggota Satnarkoba Polres Lombok Tengah tak menyangka bakal dihakimi massa, Sabtu lalu (9/10).Keduanya bertugas memburu dan menangkap Tarif, sang bandar malah merekea dilempari batu warga Dusun Balela, Desa Balela, Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Akibatnya, Bripka A mengalami luka parah di bagian pelipisnya hingga mendapat 15 jahitan. Sedangkan Bripka F mengalami luka lebam di bagian wajah dan tubuhnya.

Keduanya terluka saat hendak menggelandang Tarip dari rumahnya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. “Bukan hanya keluarga Tarif, warga desa ikut menghadang, menghalangi dan melawan petugas,” ujar Kasatnarkoba Polres Lombok Tengah Iptu Hizkia Siagian dilansir dari Radarlombok.co.id.

Warga bahkan ikut menghujani petugas dengan batu. Aparat kepolisian yang tak kuasa membendung aksi warga itu terpaksa melepaskan tembakan terukur hingga warga buyar.

Setelah warga bubar, Tarif langsung dibekuk dan digelandang ke Polres Lombok Tengah. Sementara dua polisi yang babak belur dikeroyok keluarga dan warga segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Bagikan berita ini:
3
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar