Libur Maulid Nabi Digeser, Ketua MUI Ingatkan Pemerintah: Sudah Tak Relevan

Selasa, 12 Oktober 2021 22:51

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis. Foto tangkapan layar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Keputusan pemerintah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tidak tepat.

Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW digeser dari semula 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021.

Kebijakan itu diambil pemerintah dengan alasan langkah antisipasi kasus baru Covid-19 sekligus yang saat ini tengah melandai.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah dan ukhuwah, KH Cholil Nafis menganggap, alasan pemerintah sudah tidak relevan lagi.

Pasalnya, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah menurun drastis.

Melalui akun Twitter pribadinya, Kiai Cholil Nafis mengungkap, ada sejumlah pertimbangan yang mendasari pendapatnya.

Pertama, di tengah meredanya Covid-19, kebijakan work from home (WFH) sudah mulai ditiadakan.

Kedua, sejumlah hajatan nasional pun sudah mulai berjalan normal.

“Sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan,” cuitnya, Senin (11/10/2021), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

“Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
8
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar