Pengakuan Eks Pegawai KPK yang Jualan Nasi Goreng

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juliandi Tigor Simanjuntak, salah satu dari 57 mantan pegawai Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) kini berjualan nasi goreng.

Itu dilakukan mantan Fungsional Biro Hukum KPK itu usai dirinya tak lagi menjadi bagian dari lembaga antirasuah tersebut.

Tigor membuka sebuah warung kecil di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kepada wartawan, Tigor mengaku sudah sekitar tiga minggu mulai berjualan nasi goreng.

“Semenjak saya dinonjobkan, ketika surat putusan 652 terbit, saya pribadi tidak ada kegiatan,” ujarnya dikutip dari PojokBekasi.com.

Ia pun harus memutar otak untuk mencari solusi agar dirinya bisa tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Karena itu, ia lalu memutuskan berjualan nasi goreng.

Pilihan itu diambilnya karena masyarakat Indonesia sangat akrab dengan nasi goreng.

Selain itu, untuk membuat nasi goreng juga tidak begitu sulit.

Sejak memulai berjualan nasi goreng, sudah cukup banyak antrian warga membeli nasi goreng Tigor.

Apalagi, Tigor menggelar warung nasi goreng tepat di sisi jalan utama dengan harga yang cukup terjangkau.

“Jujur saja, menu yang saya sajikan ini belajar dari menonton YouTube. Karena ketika pas saya dinonjobkan, saya iseng-iseng melihat YouTube dan belajar (masak nasi goreng),” bebernya.

Namun, Tigor tetap berkreasi sendiri dengan menambahkan resep lain dari apa yang ia dapat dari platform berbagi video itu.

“Yang membedakan dengan yang lain yakni ada rempah-rempahnya,” tuturnya.

  • Bagikan