Jelang Maulid Nabi Muhammad Saw, Perajin Kembang Endog Kebanjiran Pesanan

Rabu, 13 Oktober 2021 10:12

MAULID NABI: Abdul, 64, ayah dari Tri Ratna Sari sedang merapikan telur hias yang dia jual di Pasar Banyuwangi kemarin (10/10). (Rino Bachtiar/RaBa)

FAJAR.CO.ID, BANYUWANGI – Endog-endogan sudah menjadi tradisi yang digelar warga Banyuwangi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut bahkan menjadi salah satu agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) yang rutin digelar setiap tahunnya.

Sayangnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, tradisi endog-endogan tidak bisa dilaksanakan semeriah biasanya. Arak-arakan yang berpotensi memicu kerumunan ditiadakan. Peringatan Maulid Nabi hanya boleh digelar secara sederhana.

Namun, penurunan level PPKM dan landainya kasus Covid dalam kurun waktu terakhir, tampaknya mulai memantik optimisme masyarakat yang hendak memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Terbukti, sejumlah perajin kembang endog alias kembang telur mulai kebanjiran pesanan.

Salah satunya Tri Ratna Sari. Perajin kembang endog musiman di Pasar Banyuwangi itu mengatakan, sekitar 500 buah kembang endog laku terjual pada hari Minggu (10/10). ”Sebenarnya tidak terpengaruh pandemi, sama seperti tahun lalu mulai banyak pesanan. Mungkin di Banyuwangi sudah menjadi tradisi, sehingga kalau Maulid Nabi tidak ada kembang endog seperti ada yang kurang,” ujar wanita berusia 37 tahun itu.

Bagikan berita ini:
7
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar