Kasus Suap di Kota Tanjungbalai, ICW Desak Hadirkan Lili Pintauli Siregar di Persidangan

Rabu, 13 Oktober 2021 11:18
Kasus Suap di Kota Tanjungbalai, ICW Desak Hadirkan Lili Pintauli Siregar di Persidangan

Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana saat berkunjung ke kantor KPK, di Jakarta, Kamis (10/1). (Intan Piliang/Dok.JawaPos.com)

Menurut Kurnia, komunikasi Lili dengan Syahrial ini semakin menandakan bahwa integritas Pimpinan KPK sudah berada pada level darurat stadium empat. Sebab, tidak hanya Lili, namun Firli Bahuri yang notabene menjabat sebagai Ketua KPK juga terbukti dua kali melanggar kode etik.

“Semestinya Dewan Pengawas malu dengan putusannya, karena menghukum ringan tindakan Lili. Bagi ICW, hukuman yang layak bagi pelanggar etik tersebut adalah merekomendasikan agar ia mengundurkan diri dan hengkang dari KPK,” tegas Kurnia.

Dalam persidangan pada Senin (11/10) kemarin, mantan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial mengaku berkomunukasi dengan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar terkait penanganan perkara. Bahkan Lili saat itu, mengungkapkan kode ‘banyak berdoa’ kepada Syahrial.

“Saya pernah minta tolong, tapi saat itu saya belum pernah bicara, beliau (Lili Pintauli) yang menyampaikan ada masalah di KPK, terus saya katakan ‘itu kasus lama Bu, tahun 2019’, kemudian dijawab ‘banyak-banyak berdoalah’,” kata Syahrial saat bersaksi melalui konferensi video dari Rumah Tahanan Kelas I Medan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Bagikan berita ini:
7
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar